Kamis, 17 Februari 2011

Sahabat atau Teman

Lama sudah aku rasakan ini
Ingin ku menjerit tapi tak kuasa.
Pedih untuk ungkapkan semua.
Simpan saja amarah dalam hati.

Kau datang saat aku bahagia,
hilang saat aku berduka.
Aku ada saat kau tersiksa,
lenyap saat kau bahagia.

Ingin rasanya ku berlari,
menangis, berteriak,
meluapkan semua amarah.
Tapi ombak menahanku disini.

Tangisanku tak mampu sadarkanmu.
Begitu banyak pengorbanan yang aku beri.
Tapi semua itu tak berarti.

Sahabat yang selalu ku banggakan.
Kini berubah menjadi kebencian.
Sebutan teman itu lebih pantas aku lantunkan.

Sabtu, 12 Februari 2011

Puisi-puisi alangkah indahmu

Iseng iseng bangun tidur terinspirasi buat bikin puisi. Maklum kalo puisinya ga berbobot. Baru bangun tidur masih teler.haha
Cekidot.. :D

Inikah aku?
Wanita remaja yang tak berdaya.
Hanya dijadikan sebagai selir hatimu.
Lebih tepatnya hanya dijadikan pelarian hasrat.

Haruskah aku?
Selalu bersandiwara
untuk selalu bahagia di hadapanmu.
Sembunyikan luka hati yang ku rasa.

Kapan aku?
Akan temukan cinta sejati
yang akan tetap bertahan saat aku terpuruk.

Dimana aku?
Harus mencari orang yang tulus menerimaku.
Bukan karena tahta ataupun harta.

Mengapa aku?
Sulit temukan separuh hatiku
yang benar-benar menyayangiku.

Berapa lama aku?
Harus menuggu semua ini berakhir
dan berharap kebahagiaan menghampiriku.

Bagaimana aku?
Brtahan dalam kebohongan ini.
Terlalu lelah untuk lanjutkan semua.

Angin pun tak tega melihat kepedihanku.
Terlalu banyak air mata yang ku buang.
Haruskah ku tetap bertahan ditengah badai yang membuat ku tumbang?