Kamis, 17 Februari 2011

Sahabat atau Teman

Lama sudah aku rasakan ini
Ingin ku menjerit tapi tak kuasa.
Pedih untuk ungkapkan semua.
Simpan saja amarah dalam hati.

Kau datang saat aku bahagia,
hilang saat aku berduka.
Aku ada saat kau tersiksa,
lenyap saat kau bahagia.

Ingin rasanya ku berlari,
menangis, berteriak,
meluapkan semua amarah.
Tapi ombak menahanku disini.

Tangisanku tak mampu sadarkanmu.
Begitu banyak pengorbanan yang aku beri.
Tapi semua itu tak berarti.

Sahabat yang selalu ku banggakan.
Kini berubah menjadi kebencian.
Sebutan teman itu lebih pantas aku lantunkan.

2 komentar:

  1. gue jadi ingat true story yang pernah gue alami

    sejauh kasat mata memandang nampak jelas halimun menutupi lembayung setetes embun menampak kan sembuah fatamorgana beralasan kan hijau nya rumput dan biru nya langit , sejauh mata ku memandang gue ingin lihat lo bahagia

    BalasHapus